Start-Up Fintech P2P Lending & Aplikasi Smart Dashboard Ajak UMKM Solo Kolaborasi Terkait Permodalan dan Pengaturan Keuangan

95

Pemerintah kota Surakarta menargetkan peningkatan literasi keuangan masyarakat Solo yang tergolong masuk dalam kategori sufficient literate sebesar 74%, pengelolaan keuangan pelaku UMKM Kota Solo sudah menerapkan dengan cukup baik namun tidak secara detail seperti perencanaan keuangan, penganggaran, pencatatan keuangan

Sebagian besar pelaku UMKM Kota Solo sudah memanfaatkan lembaga keuangan dan produk keuangan yang paling dominan pada produk perbankan, pengelola pasar atau pemerintah belum melakukan sosialisasi literasi keuangan, hanya sebatas memfasilitasi pedagang dengan mendatangkan lembaga keuangan. Hal ini mendorong perusahaan finansial teknologi untuk mengisi gap sumber permodalan serta edukasi terkait fintech dengan manfaatnya untuk UMKM Solo Untuk mendukung upaya tersebut, DIA event organizer bersama PT Newline Fintech Indonesia

(Prosperitree), PT Paus Skala Teknologi (Whee), PT Abadi Sejahtera Finansindo (Singa), PT Solmitra Fintec (Invoila), PT Investdana Fintek Nusantara (iKredo), PT  Teknologi Indonesia (AwanTunai), PT Digitron Solusi Indonesia (Asakita) mengadakan acara edukasi dan sosialisasi dalam rangka edukasi masyarakat mengenai layanan pinjaman peer to peer yang diyakini mampu menjadi alternatif permodalan untuk akselerasi UMKM Solo dan juga teknologi smart dashboard dalam mendigitalisasi usaha kecil dan menengah.

Acara yang diadakan pada hari Jumat, 13 September 2019 pukul 14:00 – 16:00 WIB di El Samara Coffee Space Surakarta dalam tema “UMKM Solo going digital through fintech peer to peer lending and smart-dashboard application” ini juga menghadirkan komunitas UMKM Solo, talkshow dengan pakar industri fintech P2P lending serta pameran perusahaan finansial teknologi dan smart dashboard “Kami sangat berharap adanya kehadiran fintech P2P lending ini mampu menjadi jembatan kolaborasi untuk UMKM Solo dalam mendapatkan sumber modal usaha yang lebih cepat dan mudah untuk kelancaran bisnisnya”, ujar Agus Pramono, Chief Executive Officer iKredo.

“Dengan adanya edukasi ini, kami berharap UMKM Solo dapat memahami perbedaan fintech P2P lending legal dan non legal untuk sumber permodalan” tambah Fransiskus V.J.S, Business Development Manager Invoila. Acara yang dihadiri oleh masyarakat Solo ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi terkait teknologi dalam finansial dan smart-dashboard sangat dibutuhkan oleh UMKM Solo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here